Sejarah

SEJARAH BERDIRINYA SDIT AL HIKMAH

           

Pendidikan merupakan wahana penting dalam pembentukan generasi penerus yang handal, diharapakan mampu memerangi kebodohan, keterbelakangan, dan kemiskinan sebagai penyakit kronis pada sebagian besar umat manusia. Pendidikan menjadi sangat penting untuk penyiapan sumber daya yang berkualitas di masa datang. Pendidikan harus mampu melahirkan manusia-manusia yang berkualitas, baik lahir maupun batin. Jika kita menanyakan bagaimana situasi dan kondisi 20 tahun yang akan datang, maka tak ada seorang pun yang dapat memberikan jawaban pasti. Namun demikian Allah SWT menganugerahkan kepada manusia kemampuan untuk berfikir dan memprediksikan apa yang saat ini sedang berkembang.

                Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan pola pendidikan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW yang telah terbukti mampu melahirkan sosok-sosok individu yang bekualitas dalam segi ilmu, iman, dan amal, sehingga mereka dapat tampil sebagai khoiru ummah (umat terbaik) pada pentas peradaban dunia.

Lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk dapat mewujudkan suatu sIstem pengajaran yang dapat menghasilkan anak didik yang cerdas dan berkualitas. Namun, realita menunjukkan kepada kita bahwa dunia pendidikan Islam diselimuti mendung, baik dari segi kurikulum, fasilitas, SDM, maupun dari sisi kronologi pendidikan.

Maka menjadi kewajiban semua pihak untuk menyingsingkan lengan baju dan berjuang sekuat tenaga mewujudkan sekolah-sekolah yang mencetak putra-putri Islam yang handal dan berkulitas.

                Sebagai salah satu wujud tanggungjawab terhadap peningkatan kualitas pendidikan Islam, Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Hikmah Bence Garum Blitar berusaha merintis terselenggaranya pendidikan sekolah yang menerapkan sistem pendidikan secara integral dan terpadu dengan memasukkan nilai-nilai agama ke dalam bahan ajar yang diberikan. Hal ini telah direalisasikan dengan terselenggaranya Play Group dan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (PGIT&TKIT) Al-Hikmah sejak tahun 1999, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) sejak tahun 2001 dan alhamdulillah mulai tahun ajaran 2007-2008 Lembaga pendidikan Islam Terpadu menyelenggarakan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Hikmah, untuk menindaklanjuti pendidikan yang telah diterima pada jenjang sebelumnya (SDIT). Dengan demikian diharapkan anak didik akan selalu berada dalam pola pendidikan yang mengarahkan mereka menjadi putra-putri Islam dengan kepribadian yang lurus.

 

A. Tujuan Umum Pendidikan Dasar SDIT Al-Hikmah

Arah tujuan pendidikan SDIT Al-Hikamah Bence adalah untuk menciptakan putra-putri bangsa yang memiliki 10 kompetensi dasar sebagai seorang muslim, yaitu :

1.    Memiliki Aqidah yang lurus dan benar (Salimul Aqidah)

2.    Melakukan ibadah yang benar (Shohihul ibadah)

3.    Memiliki akhlak yang matang dan terpuji (Matinul Khuluq)

4.    Memiliki kemandirian yang baik (Qodirin lal kasbi)

5.    Memiliki wawasan berpikir yang luas dan kritis (Mutsaqaful Fikri)

6.    Memiliki badan yang sehat dan kuat (Qowwiyul Jismi)

7.    Memiliki kesungguhan dalam belajar mendiri (Mujahidun Binafsihi)

8.    Tertata dalam segala urusannya (Munazhzham fi Su unihi)

9.    Cermat terhadap waktu (Haritsun alal Waqtihi)

10. Bermanfaat bagi orang lain (Nafi un li Ghoirihi)

Dari kesepuluh arah tujuan ini, tidak berhenti hingga tingkat SDIT saja, tetapi dilanjutkan dan dikembangkan di sekolah lanjutannya (SMPIT atau SMAIT). Kesepuluh kompetensi ini diuraikan dalam kompetensi siswa SDIT AL-HIKMAH Bence.


B. Tujuan Ideologis

Secara umum, tujuan penyelenggaraan SDIT AL-HIKMAH Bence mencakup seluruh Tujuan Pendidikan Nasional yang tercantum pada   pasal 4 UU N0. 2 Tahun 1989, yaitu :

Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawa kemasyarakatan dan kebangsaan.

Namun tujuan penyelenggaraan SDIT AL-HIKMAH tidak lepas dari tujuan pendidikan Islam itu sendiri.

Abdurrahman An Nahlawi mengemukakan bahwa tujuan pendidikan Islam selaras dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu merealisasikan kedudukan manusia sebagai hamba Allah di muka bumi.

Sedangkan Yusuf Qardhawi menyatakan tujuan pendidikan Islam adalah terciptanya manusia-manusia beriman. Iman bukan hanya sekedar ucapan atau pengetahuan belaka, tetapi iman merupakan kesatuan utuh antara pengetahuan, pemikiran, penginderaan dan peribadatan yang menumbuhkan sikap/kebiasaan yang positif dan menjadi tolok ukur dalam penyelenggaraan suatu sistem pendidikan.

 

C. Tujuan Institusional

Secara institusional, tujuan penyelenggaraan SDIT Al-Hikmah Bence adalah :

a.    Berusaha mendidik tunas-tunas bangsa agar memiliki kualitas ilmu, iman dan amal sebagai pengembangan, perbaikan dan peningkatan potensi yang telah mereka miliki dari jenjang pendidikan sebelumnnya.

b.    Menyiapkan anak didik melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dan mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta bersosialisasi dengan masyarakat.

c.     Menjalin kerjasama dan ukhuwah (persaudaraan) dengan lembaga pendidikan sejenis yang nantinya dapat mewarnai dan saling mengisi sebagai upaya peningkatan pendidikan yang telah diselenggarakan.

 

D. KONSEP PENDIDIKAN ISLAM TERPADU

 

Pendidikan merupakan jantung dari tubuh Islam, sebab pendidikan merupakan sarana penting dalam pembentukan generasi penerus yang handal dan berkualitas. Oleh sebab itu, optimalisasi perangkat Islam sangat tergantung pada keberhasilan kerja sistem pendidikan Islam itu sendiri.

Lembaga pendidikan (sekolah) merupakan salah satu instansi yang bertugas merekayasa pertumbuhan dan perkembangan manusia menuju pada kesempurnaannya. Secara umum proses perkembangan manusia dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu :

1.       Kesadaran diri manusia sendiri yang eksistensinya muncul atas kehendak Allah SWT.

2.       Kondisi rekayasa (hasil) usaha manusia melalui proses pendidikan.

3.       Kondisi lingkungan dimana individu tinggal.

Pendidikan sebagai komponen rekayasa merupakan peluang besar bagi kita untuk menciptakan situasi dan kondisi yang dapat mengarahkan anak agar tumbuh dan berkembang menjadi manusia-manusia yang berkualitas sebagai kader pembangunan bagi masa depan umat. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah mempunyai tanggung jawab yang besar untuk dapat mewujudkan suatu sistem pengajaran yang mampu menghasilkan anak didik yang mempunyai kualitas iman, ilmu dan amal.